My Photo

April 2008

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30      
Powered by Friendster Blogs

April 19, 2008

No comment

no comment... kala galau melanda prahara jiwa... kala sangsaka menabuh genderang... pusaka terpatri membelah asa... aku tersudut diantaranya, mencoba keluar dari gundah gulana... olah raga sehatkan jiwa, memacu stamina dan menyegarkan jiwa... tersadara sgera menyusun rencana... memperbaiki produktivitas... untuk tenangkan masa, lepaskan belenggu... ah aku tak tau... biarkan rahmat-NYA yang menyertai ku. dijalan penuh kelok, terjal, berbatu... ah dia yang kunanti,bawa ku pergi dari kpenatan hati

no comment

                            

August 02, 2006

AKU TERBAKAR AMARAH TIDAKKAH KAU ?

TIDAK KAH KAU TERBAKAR AMARAH... MELIHAT KEKEJAMAN PASUKAN ISRAEL

BEBERAPA ALASAN ISRAEL YANG KEMUDIAN DIJADIKAN PEMBENARAN :

1. ANCAMAN TEROR - KENYATAANNYA ISRAEL MENEBAR TEROR UNTUK SETIAP BOM YANG DILUNCURKAN KEPADA WARGA SIPIL DENGAN ALASAN TEMPAT PERLINDUNGAN, KITA SEMUA TAHU NEGARA DENGAN DUKUNGAN AMERIKA PASTINYA PUNYA SENJATA DAN INTELEGEN YANG SEMPURNA TAPI KENAPA SEMUA MELESET. COBA INGET - INGET APA YANG AMERIKA LAKUKAN SAAT MEMBOMBARDIR IRAK... MEMAKAI ALASAN YANG SAMA SALAH SASARAN KATANYA... PARA INSSIYUR PERSENJATAANNYA SEDANG DIBODOHI OLEH KEBIJAKAN PEMIMPINNYA SENDIRI

2. HAL SEPELE YANG DIBALAS DENGAN SANGAT BESAR... KETIDAK ADILAN - KEBUSUKAN MENTAL LIHAT SAJA ISRAEL

3. GENJATAN SENJATA DILAKUKAN SETELAH PASUKAN PBB YANG MANDUL TURUN KELAPANGAN- BIROKRASINYA DI BUAT BERBELIT - BELIT OLEH AMERIKA SEBAGAI PEMEGANG HAK VETO SEHINGGA ISRAEL PUNYA WAKTU UNTUK TERUS MENGGEMPUR MENRUSKAN NAFSU MEMBUNUH MEREKA

4. SENGAJA MENYERANG DI BULAN RAJAB - YANG TIDAK DIPERBOLEHKAN BERPERANG - HARAM

5. MEMBERIKAN RELEAS SEAKAN MEREKA DALAM PENDERITAAN - LIHAT SAJA PARA PEMIMPINNYA SEPERTI PSCYCOPAT YANG TIDAK MERASA BERSALAH SEDIKIT PUN SETELAH MELAKUKAN KESALAHAN BESAR LAYAKNYA PENJAHAT PERANG ( ALIS SEDIKIT DIKERUTKAN SEPERTI BERPIKIR KERAS DAN SERIUS DALAM MENJALIN PERDAMAIAN)

6. MEMBODOHI WARGA NEGARANYA SENDIRI DENGAN PROPAGANDA ANCAMAN TEROR YANG SEMU

7. LIHAT SAJA YANG TIDAK PUNYA HATI NURANI

8. MELANGGAR SEMUA KESEPAKATAN YANG TELAH DIATUR PBB

9. TERBUKTI PBB JUGA TIDAK DPAT BERPERAN BANYAK UNTUK MENSEJAHTERAKAN DUNIA, SEMUANYA HANAYA BISNIS KEBIJAKAN

August 01, 2006

berita dari Kebon Pala

Yap kita semua mungkin sering lewatin daerahnya, sepintas ga ada apa - apa karena kita ga ngerti... tapi begitu seru ketika tahu ada yang tersembunyi disini... kehidupan gelap ... penuh dengan kesedihan... dan harapan... juga ada senyum manis yang menggetarkan jiwa...

serunya berada didunia yang baru... bisa berikan sesuatu buat orang lain... merasakan semangat pembaharuan dan terjun pada prosesnya

Begini mulanya, malam itu daku merapat (bahasa aparat untuk mendekat) bersama 10 orang lainnya... ada operasi terpadu... dimana ? tentunya dirahasiakan, ...

mata ngantuk, berat rasa melangkahkan kaki... segera saja ku dorong motorku dan mbrem.... langsung tancap... yap - yap udah telat keburu terang...

tak diduga tidak dinyana, ternyata operasi hampir selesai ! tapi tidak sesuai dengan harapan ku, harapanku jelas akan terlihat banyak AK 47, anjing pelacak, dan berhamburan petugas dimana - mana

sebuah tantangan terucap... KITA akan sebulan disini berikan seluruh daya upayamu... segera... duenk... sebulan bukanlah waktu yang singkat pasti ada banyak cerita nantinya...

Benar saja, hari ini tinggal 12 hari lagi tugasku selesai disana...

oh ya Kebon Pala adalah nama dari kelurahan yang sudah 26 tahun menjadi tempat peredaran NARKOBA - Putauw, tepatnya di kolong jembatan arah bogor - cawang

Dari mulai ketemu bu ibu yang mengingatkanku akan cinta mama dirumah, semangat mereka untuk melindungi anaknya... kepolosan cinta kasih dan perhatian - sungguh benar syurga di kakimu

Pak bapak yang mempertanyakan keseriusan kerja pemerintah dan aparatnya...dan Remaja yang terbengong - bengong melihat kenyataan dirinya pada fase perkembangan kehidupannya. ada lagi tawa riang dan teriakan suara - suara syurga anak - anak kecil yang menjadi korban dari peredaran tak berguna

Hidup jadi terasa berarti kala berguna bagi orang lain.

Teman - temanku yang menderita pegal linu, keringat dingin, dan gelisah tiada akhir kala sakau menahan pedauw.. semangatmu pasti mendapatkan penghormatan. terus berjuang melawan rasa sakit dan jangan menyerah kepada sugesti, hari ini dan esok pasti kan menjulang dengan penuh kebaikan dan harapan

Terima kasih juga para bandar yang telah tunggang langgang kabur ke Green Garden - Jakarta Barat... selamet ye... semoga segera ada pencerahan dan diburu oleh polisi - penjara dan hukuman mati menunggu mu

January 15, 2006

apa yang akan menyatukan kita

Apa sebenarnya yang akan menyatukan kita ? dalam setiap perjalanan hidup kita selalu bertemu dengan seseorang yang baru, menjalin hubungan dari mulai sekedar pertemanan, persahabatan, hubungan kerja hingga cinta. Lalu kemudian di saat berikutnya tak berapa lama kita dipisahkan entah oleh waktu, ideology, dan kepercayaan kita masing – masing, tidak jarang justru kita menghadapi konfilk.

Lalu apa yang bisa menyatukan kita semua ? dalam setiap seting kehidupan kini sepertinya kita telah dipaksa untuk dapat saling bertentangan, kemudian atas nama loyalitas kita berbenturan, dipisahkan atas golongan – golongan.

Kebutuhan hidup menjadi prioritas utama, kalo bisa untung kenapa tidak walaupun yang lain rugi… kita telah kehilangan sepenggal nurani kita… terkadang dalam kesempatan apapun entah terpaksa atau mungkin kita tidak merasa, kita telah merugikan orang lain.

Mungkin hanya taqwa terhadap Tuhan YME yang akan menjadikan kita semua satu, tidak ada saling benci dan menjatuhkan.. permasalahannya adalah terkadang symbol, loyalitas, perbedaan, kelas social, bahasa semuanya di wujudkan dalam kekuasaan (penguasaan, dan dikuasai).

Republik ini dibangun dengan Pancasilanya, sebuah sarana menyatukan perbedaan. Kita sepakat bahwa hanya ada Agama Samawi yang akan berkembang Di Indonesia, karenanya Sila pertama menyebutkan Ke- TUHAN – an Yang Maha Esa. Namun yang terjadi justru kita sibuk memikirkan bagaimana menciptakan kemanusian yang adil dan beradab, dan kemudian hari ini bangsa kita telah mencapai Persatuan Indonesia, di dorong oleh semangat kepemudaan jauh sebelum kemerdekaan dengan terus dikumandangkannya SUMPAH PEMUDA. Betul bahwasanya rakyat kita telah bersatu, tapi apakah kita bersatu dibawah perasaan senasib sepenanggungan ? apakah selama 60 tahun kemerdekaan kita telah mendapatkan sesosok kepemimpinan yang Ke - TUHAN – an Yang Maha Esa (tidak sekuler, tidak nasionalis, tidak sosialis, dan tidak komunis), karena agama pastinya memberikan keselamatan dan kesejahteraan umatnya. Komunis telah runtuh (unisoviet), Sekuler telah ditinggalkan (era spiritual mulai datang), Nasionalis terbukti tidak cukup (Hitler dan Israel dan USA), dan Sosialis tidak akan bertahan (Cina adalah sosialis semu). Bangsa ni cerdas sebenarnya tetapi tidak konsisiten pada kesepakatan, pengkhianatan dimana – mana ? Karenanya kita butuh pemimpin yang benar – benar Berke- TUHAN – an Yang Maha Esa, artinya semangat untuk menciptakan masyarakat yang adil dan beradab , demi terjalinnya persatuan dan kesatuan, kemudian kehidupan dalam pengambilan kebijakan dengan seting kemusyawaratan yang dipimpin oleh hikmat dan kebijaksanaan, dalam pemusyawaratan dan perwakilan. Semoga dalam waktu dekat kita akan segera dipimpin oleh pemimpin harapan.

Adalah sebuah pilihan, pahami kawan - kita sedang dipermainkan

Tak terasa memang, ternyata ada aktor yang mempermainkan kita (seluruh bangsa)… nineleven adalah wujud sebuah sandiwara besar yang sangat mencengangkan kita semua…(4 futher information klik www.davidduke.com) sebuah usaha besar untuk menghancurkan kaum ekonom sebanyak 5000 orang yang mendadak tidak masuk kerja dan sutradara kesengsaraan diseluruh pelosok dunia, si penumpang dan penyabot tanah dalam perjalanan bangsanya, si pemrakasa politik adu domba dimana – mana yang sekarang dikenal dengan propaganda atau konspirasi, si pecundang yang sangat dibenci oleh Hitler, dan si ulung tukang distorsi media… seluruh bangsa sedang diperdaya… ketika dengan cepat mereka bangun tembok – tembok kekuasaan dan klaim atas tempat – tempat suci pujaan …

Dengan gaya yang sama sebenarnya, tetapi dengan topeng yang berbeda… ketika sebagian masyarakat berteriak boikot produknya… sebagian lainya berteriak atas nama HAM menentang sikap itu… sulit memang karena penguasaan media ada ditangan mereka…

Hari ini kita dininak bobokan dengan “ART” (bermusik, gaya hidup, Hedonisme) sementara mereka dengan generasinya secara ketat memberikan disiplin ilmu pengetahuan untuk menguasai dunia… Kaget … atau bereaksi “ah kau hanya mengada – ngada” ? itu juga pengalaman yang pernah saya lewati…

Pernahkah kita coba telaah kenapa Green Day mempopulerkan The American Idiot ? singkat jawaban saya atas segala persepsi, adalah karena ternyata sebagian besar rakyat USA – pun menjadi korban konspirasi pemerintahannya sendiri. Bagaimana perang IRAK digelar tanpa alasan yang jelas dan kemudian dipecah belah antar bangsanya sendiri, Kemudian kebijakan mempertahankan militer untuk menetap di IRAK sementara sebagian besar warganya sedang terserang badai ? Lalu upaya penimbunan minyak dengan terus membeli minyak berapapun harganya di pasaran, dan perlu diketahui ternyata para petingginya adalah pebisnis minyak (presiden, wapres, dan menlu); Republika – 6 okt 2005. Bukan bangsa amerikanya tetapi ada bangsa yang mengatur konspirasi itu, dan kemudian tidak berbeda dengan kita yang juga sedang dipermainkan, juga oleh oknum – oknum bangsa itu atau mungkin buyut/ cicit dari keturunan mereka yang berhasil di pompa semangat kejahatannya.

Sadarkah kita pada label yang melekat pada bangsa kita, KORUPTOR, KEMISKINAN, KEBODOHAN, PENGANGGURAN, … dan sederet yang buruk lainnya…

Hati – hati dengan media, salah – salah kita jadi salah… Apakah sederet lebel itu dapat kita terima ? jawabannya tentu tidak, menurut saya… kita justru cenderung mengejar standar kejelekan itu dengan mencoba terus melakukan penelitian pada apa yang negara lain sebutkan untuk menemukan keburukan kita sendiri… Coba praktekan, cari berapa banyak mobil yang bercat PINK di seluruh Indonesia ? jawaban ternudah adalah tanyakan saja pada pabrik cat mobil, sudah berapa kaleng yang diproduksi dan terjual… kita tidak pernah mencari standar terbaik dinegeri ini, ikrar pemuda yang menjadi fenomenal di tahun 1928 hanya bercita – cita mempersatukan kita. Lalu kemudian yang harus kita pkirkan adalah setelah bersatu terus gimana ?

Uh… dsar saya penganut abstraksi pemikiran, jadinya lari sana – sini … kemudian yang harus difokuskan adalah kita harus mulai membangun kesadaran pada apa yang ada dan terjadi disekitar kita ? kita tidak akan pernah tahu, karena sesuatu itu diwaktu tertentu akan pula berhubungan dan atau berdampak pada kehidupan kita.

Bahwa kita harus Berpikir Cerdas, Berkarya dan bekerja lebih keras untuk dapat memberikan yang terbaik untuk kesejahteraan generasi diseluruh dunia. Dan akhirnya sebuah pilihan akan muncul dihadapan kita, “Menjadi Pejuang (pemain) atau korban” tentunya perjuangan adalah untuk kesejahteraan kita bersama dan jauh dari konspirasi si bangsa yang sombong

just remind u, girls... take care

Sungguh mencengangkan mengetahui kehidupan seks mahasiswi di kota pelajar Yogyakarta. Suatu penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Studi Cinta dan Kemanusiaan serta Pusat Pelatihan Bisnis dan Humaniora (LSCK PUSBIH) menunjukkan hampir 97,05 persen mahasiswi di Yogyakarta sudah hilang keperawanannya saat kuliah.

Penelitian ini dipaparkan dalam jumpa pers Kamis (1/8/2002).

From Joe Norwood

Here's........ Some Cold Hard Facts on Iraq for you today.

Did You Know??

Hint......Most Folks will say....."Of course I didn't know. How could I"?

Did you know that 47 countries have reestablished their embassies in Iraq?

Did you know that the Iraqi government currently employs 1.2 million Iraqi
people?

Did you know that 3100 schools have been renovated, 364 schools are under
rehabilitation, 263 schools are now under construction and 38 new schools
have been built in Iraq?

Did you know that Iraq's higher educational structure consists of 20
Universities, 46 Institutes or colleges and 4 research centers, all
currently operating?

Did you know that 25 Iraq students departed for the United States in
January 2005 for the re-established Fulbright program?
Did you know that the Iraqi Navy is operational?! They have 5- 100-foot
patrol craft, 34 smaller vessels and a naval infantry regiment.

Did you know that Iraq's Air Force consists of three operational squadrons, which includes 9 reconnaissance and 3 US C-130 transport aircraft (under Iraqi operational control) which operate day and night, and will soon add 16 UH-1 helicopters

and 4 Bell Jet Rangers?

Did you know that Iraq has a counter-terrorist unit and a Commando Battalion?

Did you know that the Iraqi Police Service has over 55,000 fully trained and equipped police officers?

Did you know that there are 5 Police Academies in Iraq that produce over 3500 new officers each 8 weeks?

Did you know there are more than 1100 building projects going on in Iraq?
They include 364 schools, 67 public clinics, 15 hospitals, 83 railroad stations, 22 oil facilities, 93 water facilities and 69 electrical facilities.

Did you know that 96% of Iraqi children under the age of 5 have received the first 2 series of polio vaccinations?

Did you know that 4.3 million Iraqi children were enrolled in primary school by mid October?

Did you know that there are 1,192,000 cell phone subscribers in Iraq and in phone use has gone up 158%?

Did you know that Iraq has an independent media that consists of 75 radio stations, 180 newspapers and 10 television stations?

Did you know that the Baghdad Stock Exchange opened in June of 2004?

Did you know that 2 candidates in the Iraqi presidential election had a televised debate recently?

OF COURSE WE DIDN'T KNOW!

US Media Wouldn't Tell The Truth!

Instead of reflecting our love for our country and the incredible job our people are doing in Iraq, we get photos of flag burning , incidents at Abu
Ghraib and people throwing snowballs at the presidential motorcades.Instead of hearing reports on the amazing progress being made, all we hear
is suggestions that it's time to get out.

The lack of accentuating the positive in Iraq serves two purposes. It is intended to undermine the world's perception of the United States thus minimizing consequent support, and it is intended to discourage American citizens. It appears to be working. You'd better question the motives of the the majority of the mainstream American media --

The above facts are verifiable on Department of Defense web site.(pentagon)

salam pendidikan dari seorang teman

YLLA Subijantoro, mahasiswi S-2 ilmu hukum Universitas New Delhi, India, tiba-tiba mencuri perhatian. Pertanyaan Tylla kepada Presiden Yudhoyono
konon membuat SBY marah. "Saat berdialog dengan masyarakat Indonesia di
India, ada warga yang sejak mulai bicara sampai selesai menjelek-jelekkan negeri kita dan memuji luar negeri. Saya menyesalkan," kata SBY di Tanah Air.

Apa yang ditanyakan Tylla kepada SBY pada pertemuan 23 November lalu itu?
Berikut petikan perbincangan Tylla dengan Basfin Siregar dari Gatra:

Benarkah Anda menjelek-jelekkan bangsa sendiri?
Saya tidak terima dibilang menjelek-jelekkan bangsa! Yang saya jelek-jelekkan itu pemerintah. Saya membandingkan kebijakan Pemerintah India dengan SBY. Saya lihat Pemerintah India memberi subsidi gede banget untuk pendidikan. Adalah salah pemerintah kalau pendidikan di Indonesia makin nggak terjangkau!

Berapa uang kuliah Anda di India?
Untuk program S-2 dua tahun, saya cuma bayar US$ 600, sekitar Rp 6 juta. Itu sudah all-in, sudah admission fee dan tuition fee. Tinggal mikir biaya hidup. Dan biaya hidup di Delhi sama dengan di Jakarta. Uang US$ 600 itu pun karena saya foreigner yang bayar lebih mahal. Soalnya, duit saya itu dipakai buat subsidi warga India asli. Kalau orang India yang kuliah, setahun bayarnya cuma 700 rupee, sekitar Rp 40.000.

Bagaimana dibandingkan dengan biaya di Indonesia?
Tahun lalu, saya mendaftar program notariat. Untuk semester pertama saja
habis Rp 50 juta.

Anda kaget ketika SBY marah?
Sebenarnya SBY marah bukan karena pertanyaan saya. Melainkan karena waktu SBY ngasih penjelasan, eh, saya malah bisik-bisik ke teman. Saya bilang, ''Ah, SBY mau ngomong apa, nyatanya anaknya isekolahin ke luar negeri juga. Berarti dia setuju pendidikan di luar negeri bagus.''

Reaksi SBY bagaimana?
SBY sepertinya menganggap saya anak yang kaget. Baru sekali sekolah di luar negeri, kok, sudah sombong banget. Soalnya, SBY bilang bahwa dia sudah sembilan kali sekolah di luar negeri, dan pendidikan di ndonesia nggak jelek. Tapi kenyataannya, di ranking dunia, pendidikan Indonesia kan nggak masuk?

Ketika dibentak, reaksi Anda sendiri bagaimana?
Saya senyum aja, terus diem nunduk-nunduk, manggut-manggut minta maaf. Terus saya perhatikan lagi. Tapi saya bisik ke teman itu cuma beberapa detik aja kok. Sepanjang sebelumnya saya juga memperhatikan penjelasan SBY.

Seperti apa jawaban SBY waktu menjawab pertanyaan Anda?
Ya pokoknya pemerintah sudah bekerja, bahwa pendidikan di Indonesia tidak jelek. Pendidikan di luar negeri ada yang bagus, tapi ada juga yang lebih jelek dibanding di Indonesia. Begitu. Terus waktu enjawab soal buku-buku murah, SBY bilang kalau pemerintah juga sudah menyiapkan content (materi) untuk buku-buku SD, bagaimana agar bisa kepake untuk sekian generasi. Teknis begitu. Itu kan nggak nyambung dengan apa yang saya sampaikan.

Seperti apa subsidi pendidikan di India?
Di sini, buku murah luar biasa, bahkan buku-buku impor karena pemerintah memberi subsidi kertas! Selain itu pemerintah juga bikin kerja sama dengan penerbit-penerbit gede kayak Penguin Books agar buku-buku mereka bisa dicetak di India, jadi bisa dijual lebih murah. Buku-buku kuliah saya, kalau dikonversi ke rupiah, paling mahal cuma Rp 10.000. Kalau di Indonesia, saya bisa keluar sampai Rp 2,5 juta untuk beli buku saja. Dan karena subsidi kertas itu, harga langganan koran juga murah. Saya itu langganan satu koran, satu majalah berita semacam Gatra, dan satu majalah wanita. Nah, untuk langganan tiga media itu, sebulannya saya cuma bayar 110 rupee, atau sekitar Rp 22.000. Selain itu di India, pelajar dapat fasilitas
kartu abonemen yang harganya cuma 50 rupee, atau sekitar Rp 10.000, yang berlaku selama empat bulan. Dengan kartu pas itu, selama empat bulan kita bisa gratis naik bis pemerintah jurusan apa aja. Mau keliling-keliling Delhi juga boleh. Meski bisnya bobrok, tapi nyaman. Berhentinya juga Cuma di halte. Kartu abonemen itu selain untuk pelajar, juga dikasih untuk pegawai negeri, tentara, orang jompo dan physically disabled (orang cacat). Itu untuk transportasi.

Tidak takut dianggap melebih-lebihkan India?
Lho, justru karena saya cinta bangsa Indonesia, saya ingin pemerintah belajar kepada India. Orang Indonesia itu pintar-pintar. Tapi, soalnya, pemerintah tidak bisa memfasilitasi pendidikan murah. Para insinyur di India mampu bersaing untuk masuk di Microsoft. Sedangkan di Indonesia hanya beberapa orang saja yang beruntung. Maka tolonglah pemerintah bikin agar pendidikan itu affordable.
Tapi, pendidikan di Indonesia kan ada juga bagusnya?
Kalau mau jujur, infrastrukturnya lebih bagus. Di kampus sudah ada lift, whiteboard, pakai OHP. Kalau di sini enggak. Naik dari lantai I ke lantai IV masih manual, masih pakai kapur tulis, terus nggak ada AC. Tapi, kalau kualitas content-nya, kita kurang.

Kalau pengajarnya bagaimana?
Kalau di India enaknya, dosen-dosen itu bisa dihubungi kapan saja. Kayak Amartya Sen, peraih nobel, kalau mahasiswanya minta diskusi private session , masih dilayanin. Nggak susah. Bahkan presidennya sendiri, Abdul Kalam, dia juga mengajar, dan masih bisa ditelepon! Saya pernah bareng mahasiswanya makan malam bareng Abdul Kalam. Saya lihat Abdul Kalam itu dikritik mahasiswanya yang orang India, ditunjuk-tunjuk gitu, dia nggak marah kok. Masih santai aja.

Setelah pertemuan dengan SBY itu, apakah Anda ditegur, misalnya oleh orang
KBRI?
Ah, nggak. Orang KBRI itu asyik-asyik. Yang ribut itu justru pegawai negeri (dari Indonesia) yang tugas belajar ke India. Mereka pada marah. Dibilangnya saya itu anak itik yang baru keluar dari induknya, kaget.
Padahal saya kan juga bukan baru pertama kali ke luar negeri. Sebelumnya saya kan juga sempat ikut summer course atau homestay gitu. Tapi kan nggak kompatibel kalau membandingkan Indonesia dengan negara-negara maju. Makanya dibandingin dengan India.

[Teropong, Gatra Nomor 6 Beredar Senin, 19 Desember 2005

September 11, 2005

NEW liFE EVERYDAY

            

            Keseharian kita lewati dengan gagah berani.. penuh tantangan… dan tak khayal membawa kepada kepedihan… namun tidak ada satu hari pun tanpa kebahagian… hidup dalam putaran waktu.. hidup dalam kerasnya roda… hidup dalam ancaman pedang waktu… semua mata berlari untuk gapai masa depan .. nurani tersingkirkan oleh ego dalam raungan logika.. akankah semua berakhir… ya ketika tiba saatnya orang berbondong – bondong menggapai tirani dan hanya kita dalam kesendirian diruang gelap nan sempit yang dalam keseharian tak pernah kita harapkan berada didalamnya. Keluasan dan penerangan serta udara bebas jauh dari kepengapan… walaupun semuanya berawal dari lingkaran yang tidak lebih besar dari sebuah tabung gas rumahan. Ketika itu semua orang menaruh perhatian… menunggu kedatangan dan keberanian kita untuk keluar menghadapi silaunya cahaya, dinginnya hawa, dan lepasnya masa – masa dimana ketergantungan dalam pasokan yang tak tergantikan.

            Setiap harinya kita rasakan kegelapan yang terkadang kita takuti, setiap hari kita dihadapkan pada kenyataan untuk berhadapan dengan cahaya mentari yang terkadang menyilaukan. Setiap hari kita dikondisikan dalam ketidakberdayaan, namun siap menerkam siapa saja ketika terjaga… tetap kita tidak dapat menghindari kegelapan yang datang setiap harinya. Semuanya berulang begitu saja, tanpa kita dapat melawan dan menghindar… bahkan bagaimana para pahlawan pembela kebenaran digambarkan tetap melewati fase ini. Mati – hidup dan  hidup – mati… dst. Hanya saja tergantikan dengan Tidur – bangun dan bangun – tidur supaya tidak sedikitpun kita merasa begitu menakutkan …

            Ini adalah sebuah kenyataan, hidup ini tidak dapat kita putar kembali… dan waktu kita hanya sedikit… setelah itu adalah berbagai tindak tanduk dan buah pikir kita yang mungkin tidak dapat usang dimakan waktu… lalu apa yang membuatnya bertahan … hanya ketika “itu” disadari,dimengerti, dipahami, dan dilakukan oleh individu, kelompok, komunitas, masyarakat , dan berbagai bangsa diseluruh dunia bahwa kita telah terus memulai hidup baru dengan penuh harApan dan kebermanfaatan untuk orang lain.

        Individuality IS OLD FASHION… And the most stupid way of life is Being “SEKULER”

bicara kejujuran

          

            Sebenarnya apa arti kejujuran ? … setiap tulisan selalu ku mulai dengan satu buah pertanyaan… orang bilang jujur itu adalah sebuah hal yang patut dilakukan dengan kesiapan mental yang tinggi untuk menerima dengan lapang dada dan sepenuh hati bahwa kita adalah apa yang kita katakan dan benar – benar terjadi dengan kita dalam bahasa kita tanpa dipengaruhi perasaan takut atas penilaian orang lain …

setuju tidak ? jangan cepat setuju, itu kan hanya bahasa saya, sejujurnya saya sendiri hanya menulis definisi itu dari persepsi saya tentang jujur… lalu bagaimana dengan kebohongan putih atau “white lie” ? yang disebut – sebut sebagai bagian dari kejujuran juga katanya.

Ingat tidak iklan sebuah deterjen yang selalu membandingkan warna putih dari hasil pencucian… walau banyak persepsi tentang putih namun semua orang pasti tau yang mana putih bersih cemerlang karena dibandingkan satu dengan yang lainnya, nah kembali pada topic kejujuran… ketika seseorang melakukan kebohongan putih , lalu bagaimana dia mendefinisikan putih ya…  atau dia hanya meminta orang – orang disekelilingnya tuk bilang putih… dengan ancaman atau tanpa ancaman … atau mungkin yang diminta pura – pura buta warna dengan menganggap semuanya putih – putih saja….

Kejujuran… hal yang berat dilakukan ternyata… apa mau dikata, realitas selalu memaksakan kita untuk tidak jujur… mulai dari diri sendiri, dipaksa oleh pihak lain, atau karena desakan keadaan adalah kemungkinan dari sekian alasan kita untuk tidak jujur… Jujur saja saya juga sering eh terkadang… eh … eh gak deh .. karena saya selalu melakukan kebohongan putih jadi saya hanya berbohong untuk kepentingan orang banyak, agar semuanya aman terkendali gitu… 86 gitu ganti… jadi semua bisa bilang atau memaklumi kebohongan saya dan saya terbebas dari perasaan bersalah karena berbuat tidak jujur tadi…

Kebohongan putih adalah realitas, hari ini menjadi normal hanya karena semua melakukan hal itu atau bisa disebut lagi ngetren gitu loch… ketika kejujuran dikumandangkan , lihat reaksi orang untuk menggoyahkan si jujur tadi… udah lah jangan munafik… semua juga melakukannya kok.. udah deh jangan macem – macem … hari gini orang jujur = susah lagi (karena gak 86 tadi… ).

Jujur adalah prinsip dan menjadi jujur kemudian menjadi sebuah ketakutan karena tidak dapat diterima oleh realitas. Sehingga terasa asing dengan segala konsekuensinya… walau kejujuran pastinya membuat hati tenang tanpa rasa gundah gulana, namun sekali lagi desakan realitas membuat kita tak mampu untuk berpikir untuk jujur, berkata jujur dan bertindak jujur… seakan kehidupan tidak pernah memberi waktu kita untuk dapat jujur ? seperti saat ini, jujur saja gue lagi binun sama skripsi. kenapa ? karena hanya dipikirin aja … terlalu takut untuk memulai dengan segala konsekuensinya…  nah ketakutan itu sering banget hinggap di kehidupan kita karena memang kita hidup dalam realitas dan sekali lagi realitas yang membiasakan kita untuk tidak jujur… Lalu bagaimana kita bisa melakukannya… hanya ketika trilogy dari pikiran, hati, dan perbuatan menjadi sinergi dan bertahan dengan keteguhan prinsip… kita semua bisa mulai jujur pada diri kita sendiri dan meminta orang lain untuk jujur menilai kita… sekarang jujur deh… gimana cara penyampaian gue… kasih koment donk… jujur donk… jangan dibuat – buat… walau itu pahit ku terima dengan lapang dada dan sepenuh hati bahwa gue adalah apa yang gue katakan dan benar – benar terjadi dengan gue dalam bahasa anda tanpa dipengaruhi perasaan takut atas penilaian gue terhadap anda